THINGS THAT MATTERS..THE MOST

12 Dec

After my writings about things that matters (or things that don’t), this one is the things that matters the most.

From this course, actually I got a lot of knowledge and experiences. When I first came to the class the lecturer, Mr. Apiq told the students to play a computer game (the one that moving people and monsters across the island). I really don’t have the idea about this course. But later on we were told to make a blog and be creative in class. So, the lesson that I learned from this course is:

  1. Of course to think more creatively
  2. Think fast and out of the box
  3. Develop all of my ideas
  4. Make a writings, so I could experienced improvements in writing
  5. Knowing about today’s technology
  6. Learn from creative people
  7. Learn about innovation theory like SCAMPER and Business Model
  8. Learn to how to make a good teamwork with friends
  9. Problem solving
  10. and since Mr. Apiq is the master of Mathematics, he share mathematical tricks that turns out really fun and far from boring

Alright so, I want to thank Mr. Apiq for all the knowledge, understanding and I also likely thank Kak Bayu for the help during this course.

 

Final Exam Post

12 Dec

Alright so this is my final exam post. In this post, I will explain about my creative digital business model. My idea of a digital business model is e-magz.

What is e-magz?

e-magz is an application that allows magazine reader to buy magazines online. This e-magz is compatible with PC, Laptop, Tablet PC. There are more than 50 famous world magazines that we provide.

How to buy e-magz?

First, you have to download e-magz application, and it’s free! From your digital gadgets, you can buy the magazines online, just click and buy, the payment is with credit card. After you buy, the magazines will directly added to your e-magz. So, e-magz is like a library of your magazines. It simple.

Why e-magz?

Because, as we all know that global warming is a very serious issue. And the paper usage is one of many factors that could caused global warming. So, with the presence of e-magz, people don’t have to buy paper magazines. And what makes this e-magz different with online magazine? e-magz contents are more complete that the websites and also, with every purchase of e-magz, you are donating to illiterate people in the world. So, you save the earth and also the people. Then, what are you waiting for?

This is the business model of e-magz

 

 

GOGGLE MAPS

12 Dec

This is a business model for GOGGLE MAPS. What is Goggle maps? Goggle maps is a search engine that work with sound censor. This Goggle maps is collaborating with Google. So, for example, you’re driving and you’re on your way to your friend’s house. But you don’t know the location precisely. you can open Goggle maps from your gadgets, and you speak to it and it will search for the directions and it will say it to you. How cool is that? So, you don’t have to check your phone/gadgets while you’re driving, yet you still know where to go.

Up in the air

12 Dec

This post is about a business model of mobile phone service provider. This business model provides service provider for mobile phone that could be used in every country in the world, without complex procedure. This service provider is really compatible and makes communication easier.

Wordplay

11 Dec

One day, our lecturer Uncle Apiq gave us 20 names of the most influencing people in the world. These people is all famous back then, because they’ve made changes. And us the students are required to memorize those names within one story. There are keywords for each names, like this:

Me, Arnisya, and Anastasya were trying to memorize them in a very shot of time. Wanna see how it goes? So this is our wordplay:

Ratu elizabeth mau ketemu Nabi Muhammad utk belajar Islam, di perjalanan dia melihat Isaac Newton lg di goa dan Jesus Christ lagi olahraga di tempat Buddha. Karena lagi musim olahraga, Conficius ber terima kasih sama St .Paul krn dikasih baju senam. Dan ada lagi Tsai Lun yang juga dpt baju buat balapan sepeda dari Johann Gutenberg. Di gelanggang olahraga, Christopher Colombus beli cemilan buat sesepuh temennya Albert Einstein. Louis Pasteur sebel karna Galileo Galilei dpt dobel cemilannya. Akhirnya Aristoteles beli nasi timbel sambil bacain fabel buat Euclid. Di lain tempat, Moses beli mebel di Charles Darwin yg lagi nambel ban-nya Shih Huang Ti. Sementara orang2 berjubel buat beli label bajunya Agustus Caesar. Nicolas Copernicus pusing orang-orang pada rebek, dia pengen makan ayam pake sambel tapi dia bingung harus cari dimana, lalu datang Antoinne Laurent Lavoisier dan berkata “sambelnya ada di dapul, ambil aja sendili”

What do you say? Not bad, eh?

Live and Learn from Mr. Budi Raharjo

11 Dec

This time, we had Mr. Budi Raharjo as our guest lecturer in Creativity and Innovation class. Mr. Budi Raharjo is an innovator, he’s a lecturer, and he also an entrepreneur. Do you know when you type a website that has .id at the end of the address? Yup, Mr. Budi Raharjo was the inventor. He was one of those people who made changes in digital world.

On his lecture yesterday, he explains much about digital world. Mr. Budi talked about his version of globalization. He said, there are three stages of globalization:

Globalization 1.0
Globalization 2.0
Globalization 3.0

He told us that digital system is cheaper nowadays. The digital equipment becomes smaller and the price is more affordable. Because, like stated in the beginning, this is the era when the needs of digital are very high. This era is a digital era. Where people has the needs of digital things. But if we think, life would be so much harder when there’s no technology. We are living in the world full of changes, and that’s the reason why technology has to keep developing.

There’s many things that I can learn from this guy, and more or less, this is what I remember:

Mr. Budi Raharjo is a person who actually made a digital company. One of his businesses is dD Blitz, in Blitz Megaplex. This business is a digital music store that provides digital music people. The reason why Mr. Budi made this business is very simple. He said, “biar lebih asik kalau mendengarkan musik”. A simple reason that produce a very cool thing. This business is once very successful. This made me believe that, we cannot underestimate our opinion, even the smallest ones. Because, those small ideas that will become big thing.

He also said that if we run a business, than we have to totally into it. We have to serious because business is not always about money. If we lose money, we can replace it. But if we lose our time, we never ever could get our time back.

Mid term post

10 Oct

Halo Indonesia! Postingan saya kali ini bertujuan untuk memenuhi Ujian Tengah Semester yang tengah berlangsung pekan ini.

Pertama-tama saya akan mengawali dengan tiga kata. Mahasiswa. Kreasi. Inovasi. Sesaat setelah melihat ketiga kata ini, saya otomatis merangkai sebuah kalimat. Mahasiswa kreatif yang membawa inovasi. Ya. Sebagai mahasiswa, kami lah yang akan membawa inovasi-inovasi kepada dunia di generasi selanjutnya. Sebelum saya membahas tentang kreasi dan inovasi, saya akan membahas dulu tentang mahasiswa.

Mahasiswa adalah saya. Saya adalah mahasiswa. Sebenarnya apa sih bedanya mahasiswa dengan siswa sekolahan? Toh sama-sama menuntut ilmu di suatu institusi. Ya kan? Ternyata tidak sesimpel itu. Dari awal saya masuk ITB, saat masa orientasi, kalau saya tidak salah, kakak-kakak kelas saya yang menjadi panitia orientasi mahasiswa baru sering menyinggung “Kalian adalah mahasiswa, itu artinya kalian memiliki tanggung jawab lebih besar yang tidak dimiliki siswa lain yang bukan mahasiswa” Oke, sebenarnya ga begitu sih cara penyampaiannya, tapi ya intinya seperti itu. Pada awalnya, karena saya benar-benar high-school fresh graduate, saya hanya menganggap, “Sama aja kali mahasiswa sama anak sma, cuma mereka lebih tua dan punya kebebasan yang anak sma ga punya”. Dan ternyata saya salah. Menjadi mahasiswa berarti mengemban tanggung jawab. Pertama tanggung jawab kepada diri sendiri, kedua tanggung jawab kepada orang tua, dan ketiga, tanggung jawab terhadap sekitar. Karena saat menjadi mahasiswa, adalah saat dimana karakter kita benar-benar terbentuk, di usia mahasiswa, adalah dimana pendewasaan diri dibentuk secara matang.

Kembali ke pertanyaan soal, apa peluang/prospek/kesempatan yang dimiliki mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Menurut saya, peluang yang dimiliki mahasiswa untuk berkreasi sangatlah banyak. Dimulai dari lingkungan belajar di kampus, menurut saya proses pembelajaran di bangku kuliah menuntut kita untuk lebih kreatif, kita tidak melulu ‘disuapi’ seperti waktu SMA. Disini dosen mengajar, kalau kita tidak mengerti, ya harus cari cara biar mengerti sendiri, tidak seperti waktu SMA yang dimana guru dengan sabar menjelaskan sampai jam pelajaran habis hanya untuk menjelaskan ke satu orang. Kalau dilihat dari rings of creativity, kreativitas ini dapat digolongkan ke relational, yang belum ada jadi ada. Lalu, yang menjadi peluang juga bagi mahasiswa untuk jadi kreatif adalah dengan lingkungan pertemanan. Di kuliah saya menemukan sangat banyak orang-orang yang sangat berbeda watak dan budayanya. Totally different. Nah dari situ, kita harus kreatif dalam bersikap. Harus dapat mengenali cara berkomunikasi dengan orang-orang dengan watak yang berbeda. Dan yang ini masuk ke communicational,yaitu kreativitas tahap dua dalam rings of creativity. Lalu, yang menjadi peluang juga untuk mahasiswa menjadi kreatif adalah dengan organisasi-organisasi yang dapat diikuti mahasiswa. Dalam organisasi, pastinya memiliki sebuat tujuan, nah kreativitas mahasiswa sangat menentukan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebenarnya, peluang mahasiswa untuk menjadi kreatif amat sangat banyak sampai tak terhingga, apabila kita mau menggalinya. Saya beri contoh, di SBM sendiri, waktu tingkat satu ada pelajaran yang namanya Performance Art/Art Recollection, disana kami dituntut untuk menjadi kreatif dan percaya diri. Pada akhirnya kami menyelenggarakan drama musikal yaitu Oddisey. Waktu itu saya semagai Show Organizer. Saya merasa menjadi Show Organizer pada waktu itu menuntut saya untuk menjadi kreatif dalam berfikir dan me-manage suatu acara. Nah itu salah satu contoh peluang mahasiswa untuk berkreasi.

Nah, saya sudah cerita tentang bagaimana mahasiswa bisa berkreasi. Sekarang, bagaimana mahasiswa dapat berinovasi dengan kreativitasnya? Bagaimana mahasiswa menempuh tahap innovational menurut rings of creativity. Peluang mahasiswa untuk berinovasi sangatlah banyak, kita bisa lihat dari lingkungan sekitar. Kini, banyak sekali mahasiswa yang sudah membuka bisnis sendiri. Itu merupakan inovasi lho. Mengapa? Karena itu memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat dan juga menginspirasi mahasiswa dan orang-orang lain. Untuk masalah inovasi, kami pernah melewati Integrated Business Experience. Dimana kami harus berinovasi dengan produk dan harus bisa memasarkannya kepada masyarakat. Contoh lainnya, saya tergabung dalam Organisasi Satoe Indonesia yang bergerak di community development. Untuk menggalang dana, kami mengadakan acara Golf Tournament. Menurut saya itu merupakan salah satu inovasi karena bisa menginspirasi pihak lain.

Masalah-masalah yang biasanya dialami mahasiswa dalam proses berkreasi dan berinovasi adalah tidak adanya kesungguhan. Banyak mahasiswa-mahasiswa yang pada awalnya semangat untuk berkreasi atau merancang inovasi, namun kebelakangnya akan berguguran semangatnya karena satu dan lain hal. Yang kedua, faktor lingkungan. Ada lingkungan yang mendukung untuk berkreasi, ada juga lingkungan yang tidak mendukung. Dan juga kreatifitas dan inovasi dapat terhambat karena adanya keterbatasan. Namun lagi-lagi, itu kembali kepada keteguhan hati. Dan solusi untuk hambatan-hambatan itu juga dapat diperoleh dengan networking. Semakin luasnya kita bergaul, akan semakin terbuka peluang untuk mendapatkan apa yang kita mau.

Dari cerita saya diatas, saya dapat menarik kesimpulan, bila dilihat dari 5 rings of creativity  yaitu Existential, Communicational, Instrumental, Oriental, Innovational  sebenarnya mahasiswa dapat melakukan kreativitas di tahap apapun, hingga innovational sekalipun seperti yang telah saya contohkan diatas. Dan jika dilihat dari 4 level inovasi : teknologi, produk, proses, dan bisnis model, mahasiswa juga dapat berinovasi. Lagipula jaman sekarang sudah banyak mahasiswa yang berinovasi bisnis model, seperti menyediakan jasa delivery apa saja yang konsumer mau. Sehingga intinya, dimana ada kesungguhan dalam berkreativitas dan berinovasi, maka akan selalu ada jalan untuk sukses.

Yang terakhir dari postingan saya kali ini, adalah mengenai buku “The World is Flat” oleh Thomas L. Friedman, dalam bukunya dapat disimpulkan,dia masa yang akan datang kita harus menciptakan inovasi masa depan. Karena di masa yang akan datang dunia akan mengkhasilkan lebih banyak lagi talenta dan oleh karena itu, peran pendidikan – dalam hal ini kita sebagai mahasiswa- membuat kita untuk berekspektasi akan adanya inovasi-inovasi di masa mendatang.

Sekian,

Nadya Febriyanti (19009057)